Skip to main content

BOM DEPOK: Testimoni Para Saksi

Dahlan Dahi 

Kesaksian berikut kira-kira sementara menjawab apa yang terjadi di balik ledakan bom di Depok.

Sumber: TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Ledakan keras merontokkan rumah di kompleks Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, kawasan Beji, Depok, Jawa Barat, sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (8/9/2012).
Berikut keterangan sejumlah saksi mata yang dihimpun TRIBUNnews.com dari lokasi ledakan.
Iwan mengungkapkan, ledakan keras itu berawal rentetan ledakan kecil yang diakhiri dengan ledakan keras.
Seorang ibu sempat melihat dua pria bersimbah darah berjalan tergesa-gesa keluar dari panti menuju arah terminal Depok, sesaat setelah ledakan.
"Saya lihat ada dua cowok keluar dari rumah itu (panti) ke arah Terminal Depok. Mereka jalan kaki cepat, bagian belakang tubuhnya berdarah," tutur seorang ibu berusia 30 tahunan, warga Beji.

           Lihat Juga: Foto-foto yang Diduga sebagai Pelaku
Hersong, saksi lainnya, mengatakan ada seorang pria dengan kondisi parah yakni lengan kiri hampir putus sesaat setelah adanya ledakan di sebuah rumah yang diketahui sebagau Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara.
"Ada brewok, kondisinya lengan kiri hampir putus," kata saksi Hersong saat ditemui di lokasi kejadian.
Setelah kejadian, dua penghuni rumah tersebut langsung melarikan diri. Sementara terdapat satu orang yang terluka lainnya di dalam rumah.
Herso, seorang warga, menyebut dirinya mendengar suara perempuan berteriak-teriak sesaat sebelum ledakan. Tak lama setelah itu ledakan terdengar.
"Ada dua orang lari setelah ledakan," kata Harso.
Diketahui, tiga orang terluka akibat ledakan tersebut. Saksi mata menyebut kondisi seorang korban terlihat mengenakan pakaian yang terlihat robek-robek di beberapa bagian, nyaris bugil.
Satu korban yang terluka di tangan dilaporkan juga mencoba lari saat akan dibawa untuk mendapatkan perawatan.
Gedung yang menjadi sumber ledakan sebelumnya diketahui sebagai tempat pengobatan alternatif. Label yayasan yatim piatu yang terpampang pada bangunan baru dipasang belakangan usai mendapat izin dari Ketua RT sekitar pada beberapa minggu silam. 
Edwin, seorang saksi mata, menuturkan ledakan terdengar cukup keras hingga menimbulkan kerusakan hingga radius 200 meter.
Ledakan menimbulkan kerusakan pada gedung yayasan tersebut. Atap dan kaca-kaca gedung terlihat hancur dan pecah berantakan. Tak hanya itu, satu dari beberapa korban dilaporkan menderita luka serius.(Ferdinand Waskita/Yogi Gustaman/Bahri Kurniawan)
Berita Terkait: Ledakan di Depok


Comments

Popular posts from this blog

Sikap Mulan Jameela Terhadap Postingan Ahmad Dhani

Dahlan Dahi

Laporan Haji: Mengapa Ayam dan Daging?

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Madinah TRIBUN-TIMUR.COM-HAMPIR 20 hari di Tanah Suci lewat program ONH Plus, saya bertanya-tanya kenapa kok banyakan menu ayam dan daging, bukan ikan? Oooo... Ini rahasianya. Seorang petugas katering menceritakan, harga ikan tiga kali lipat lebih mahal daripada daging maupun ayam. Harga sekilo ayam, misalnya, hanya lima Real (Rp 13.500) sedangkan ayam 20 Real (Rp 34 ribu). Saudi memang punya wilayah laut di Jeddah, tapi makanan utama orang Saudi adalah daging sapi maupun kambing serta ayam. Untuk konsumsi jamaah, travel-travel Indonesia sudah terbiasa bekerja sama dengan perusahaan katering yang dikelola orang Indonesia. Dengan ini, jamaah bisa mengonsumsi menu dan masakan Indonesia selama menjalankan ibadah haji. Sudah dua kali kami pindah hotel, dua kali pula perusahaan kateringnya milik dan dikelola orang Sunda. Mereka menyiapkan menu ayam goreng, daging, sayur bening, sayur kuning, dan makanan Indonesia lainnya. Di M...

Haji Indonesia dari Mancanegara

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Mekkah DIALEK Surabaya-nya sudah luntur setelah lebih 30 tahun bermukim di Singapura. Pria pengusaha ini menikah dengan wanita Palestina dan menetap serta menjadi warga negara Singapura. Bagaimanapun, pengusaha yang bolak-bolak Singapura-Jakarta dan bermitra dengan beberapa pengusaha Malaysia ini masih tetap cinta Indonesia kendati ia berbicara dalam logat Melayu. Di rumah, ia berbicara dalam bahasa Arab, sedangkan dengan rekan-rekan bisnisnya ia bercakap dalam bahasa Melayu dan Inggris. “Indonesia harus bangga karena merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata putra veteran asal Surabaya ini. “Singapura tidak bisa menyebut diri ‘memproklamasikan kemerdekaan’ seperti Indonesia. Mereka hanya merayakan ‘hari kebangsaan’,” tambahnya. Singapura “diserahkan” Inggris, sedangkan Indonesia harus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk merebut kemerdekaan. Itulah sebabnya mengapa Indonesia setiap tahun merayakan hari ...