Skip to main content

Masalah, Cara, dan Pemimpin

Kadang kita menemui masalah lama. Tak jarang juga masalah baru.



Terkadang masalah lama --terlebih masalah baru-- tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara lama.



Banyak penyebabnya. Di antaranya karena perubahan dari satu atau semua faktor-faktor internal dan eksternal.



Untuk bisa menemukan cara yang pas untuk mengatasi masalah, saya yakin, jalan terbaik adalah mendekati masalahnya, mengikuti proses demi proses. Dari sana kita bisa menjumpai masalah lalu mencari solusi yang pas.



Solusi itu berupa cara lama, cara lama dengan modifikasi di sana-sini, atau cara baru sama sekali.



Bila masalahnya baru tentu saja cara mengatasinya pun harus baru.



Masalah dan caranya mengatasi masalah seperti baut dan murnya. Bila baut berubah mur pun harus berubah, ukuran maupun ulirnya.



Satu hal sudah pasti: keterampilan utama semua pemimpin adalah mengatasi masalah.



Bila Anda hanya terampil mengungkapkan masalah tapi tidak menemukan solusi, Anda bukan pemimpin.



Bila keterampilan pilot adalah menyetir pesawat maka keterampilan pemimpin adalah mengatasi masalah.















Dahlan Dahi



dahlandahi.blogspot.com

tribun-timur.com

tribun-medan.com

tribunnews.com

Comments

Popular posts from this blog

Sikap Mulan Jameela Terhadap Postingan Ahmad Dhani

Dahlan Dahi

Laporan Haji: Mengapa Ayam dan Daging?

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Madinah TRIBUN-TIMUR.COM-HAMPIR 20 hari di Tanah Suci lewat program ONH Plus, saya bertanya-tanya kenapa kok banyakan menu ayam dan daging, bukan ikan? Oooo... Ini rahasianya. Seorang petugas katering menceritakan, harga ikan tiga kali lipat lebih mahal daripada daging maupun ayam. Harga sekilo ayam, misalnya, hanya lima Real (Rp 13.500) sedangkan ayam 20 Real (Rp 34 ribu). Saudi memang punya wilayah laut di Jeddah, tapi makanan utama orang Saudi adalah daging sapi maupun kambing serta ayam. Untuk konsumsi jamaah, travel-travel Indonesia sudah terbiasa bekerja sama dengan perusahaan katering yang dikelola orang Indonesia. Dengan ini, jamaah bisa mengonsumsi menu dan masakan Indonesia selama menjalankan ibadah haji. Sudah dua kali kami pindah hotel, dua kali pula perusahaan kateringnya milik dan dikelola orang Sunda. Mereka menyiapkan menu ayam goreng, daging, sayur bening, sayur kuning, dan makanan Indonesia lainnya. Di M...

Haji Indonesia dari Mancanegara

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Mekkah DIALEK Surabaya-nya sudah luntur setelah lebih 30 tahun bermukim di Singapura. Pria pengusaha ini menikah dengan wanita Palestina dan menetap serta menjadi warga negara Singapura. Bagaimanapun, pengusaha yang bolak-bolak Singapura-Jakarta dan bermitra dengan beberapa pengusaha Malaysia ini masih tetap cinta Indonesia kendati ia berbicara dalam logat Melayu. Di rumah, ia berbicara dalam bahasa Arab, sedangkan dengan rekan-rekan bisnisnya ia bercakap dalam bahasa Melayu dan Inggris. “Indonesia harus bangga karena merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata putra veteran asal Surabaya ini. “Singapura tidak bisa menyebut diri ‘memproklamasikan kemerdekaan’ seperti Indonesia. Mereka hanya merayakan ‘hari kebangsaan’,” tambahnya. Singapura “diserahkan” Inggris, sedangkan Indonesia harus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk merebut kemerdekaan. Itulah sebabnya mengapa Indonesia setiap tahun merayakan hari ...