Skip to main content

Google Garap Arab

Dahlan Dahi


Sumber: TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan internet raksasa, Google, menggarap pasar Arab. Hari Kamis (23/11/2012) ini, perusahaan yang terkenal sebagai mesin pencari itu meluncurkan apa yang disebut sebagai "Arabic Web Days", program yang mempromosikan bahasa Arab di internet.

Melalui blognya, Google menjelaskan, pengguna bahasa Arab hanya lima persen dari total penduduk dunia.

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang paling rendah penggunaannya di internet atau hanya tiga persen saja dari total content internet.

Walau begitu, Google tetap menganggap Arab penting. Selain meluncurkan program "Arabic Web Days", Google mengorganisir rangkaian sejumlah program online maupun online.

"Ini semua tentang users," kata Maha Abu Elenein, kepala komunikasi Google di Timur Tengah dan Afrika Utara. "Kami ingin internet relevan dengan pengguna bahasa Arab."

Google juga meluncurkan blog berbasis bahasa Arab dan video promosi di YouTube.(*)


Laporan Umroh 

Laporan Haji dan Umroh

Laporan dari Jordania  

Laporan dari Bagdad

Laporan dari Cairo 

 

Comments

Popular posts from this blog

Sikap Mulan Jameela Terhadap Postingan Ahmad Dhani

Dahlan Dahi

Laporan Haji: Mengapa Ayam dan Daging?

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Madinah TRIBUN-TIMUR.COM-HAMPIR 20 hari di Tanah Suci lewat program ONH Plus, saya bertanya-tanya kenapa kok banyakan menu ayam dan daging, bukan ikan? Oooo... Ini rahasianya. Seorang petugas katering menceritakan, harga ikan tiga kali lipat lebih mahal daripada daging maupun ayam. Harga sekilo ayam, misalnya, hanya lima Real (Rp 13.500) sedangkan ayam 20 Real (Rp 34 ribu). Saudi memang punya wilayah laut di Jeddah, tapi makanan utama orang Saudi adalah daging sapi maupun kambing serta ayam. Untuk konsumsi jamaah, travel-travel Indonesia sudah terbiasa bekerja sama dengan perusahaan katering yang dikelola orang Indonesia. Dengan ini, jamaah bisa mengonsumsi menu dan masakan Indonesia selama menjalankan ibadah haji. Sudah dua kali kami pindah hotel, dua kali pula perusahaan kateringnya milik dan dikelola orang Sunda. Mereka menyiapkan menu ayam goreng, daging, sayur bening, sayur kuning, dan makanan Indonesia lainnya. Di M...

Haji Indonesia dari Mancanegara

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Mekkah DIALEK Surabaya-nya sudah luntur setelah lebih 30 tahun bermukim di Singapura. Pria pengusaha ini menikah dengan wanita Palestina dan menetap serta menjadi warga negara Singapura. Bagaimanapun, pengusaha yang bolak-bolak Singapura-Jakarta dan bermitra dengan beberapa pengusaha Malaysia ini masih tetap cinta Indonesia kendati ia berbicara dalam logat Melayu. Di rumah, ia berbicara dalam bahasa Arab, sedangkan dengan rekan-rekan bisnisnya ia bercakap dalam bahasa Melayu dan Inggris. “Indonesia harus bangga karena merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata putra veteran asal Surabaya ini. “Singapura tidak bisa menyebut diri ‘memproklamasikan kemerdekaan’ seperti Indonesia. Mereka hanya merayakan ‘hari kebangsaan’,” tambahnya. Singapura “diserahkan” Inggris, sedangkan Indonesia harus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk merebut kemerdekaan. Itulah sebabnya mengapa Indonesia setiap tahun merayakan hari ...