Skip to main content

Ikan Bandeng Arab

Dahlan Dahi

Laporan  Dahlan Dahi, Wartawan Tribun Timur  dari Mekah

Berbagai cara dilakukan penyelenggara ONH Plus untuk memanjakan jamaahnya. Salah satunya dengan menyajikan menu serba Indonesia.

Sebagian jamaah ONH Plus dari Makassar menginap di Hotel Ar Dyur, Aziziah, dekat Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.

Tiga kali makan sehari, semuanya menu Indonesia. Malah mirip makanan rumahan. Ada sayur bening, ikan kering goreng, ayam goreng, atau ayam kari.

Hari ini terasa istimewa bagi jamaah Makassar. Pasalnya, penyedia katering --pasangan suami-istri asal Sunda, Jawa Barat-- menyajikan palumara ikan bandeng.

Seperti ruas ketemu buku. Makanan berkuah kuning ini memang salah satu kuliner favorit di Makassar.

Saya penasaran seperti apa rasanya palumara buatan Sunda. Eh, ternyata enak. Rasanya tidak jauh beda dengan kuah palumara di Jl Tentara Pelajar di Makassar.

Palumara ikan bandeng disajikan dengan sayur acar kuning yang enak.  Walaupun bukan "ramuan Makassar", acar kuning dan palumara ikan bandeng terasa pas.

Disajikan secara prasmanan, dalam tempo singkat, palumara ikan bandeng segera ludes. Kalau pun ada sisa, ya, tinggal bagian ekor yang banyak durinya.

Ngomong-ngomong, apakah bandeng ini didatangkan dari Indonesia? "Tidak," kata penyedia katering. Saudi juga punya bandeng, katanya.

"Di sini banyak ikan, Mas," tambahnya.

Ya, benar juga sih. Kemarin disajikan ikan kembung goreng. Juga enak. Saya sempat termenung: Hmmm, alangkah jauhnya ikan-ikan kembung ini berenang dari Indonesia. Eh, rupanya, di laut Arab juga banyak ikan kembung.(*)


Laporan ini dimuat di Tribunnews.com, tribun-timur.com, Tribun Timur edisi cetak


Laporan Haji dan Umroh 


 

Comments

Popular posts from this blog

Haji Indonesia dari Mancanegara

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Mekkah DIALEK Surabaya-nya sudah luntur setelah lebih 30 tahun bermukim di Singapura. Pria pengusaha ini menikah dengan wanita Palestina dan menetap serta menjadi warga negara Singapura. Bagaimanapun, pengusaha yang bolak-bolak Singapura-Jakarta dan bermitra dengan beberapa pengusaha Malaysia ini masih tetap cinta Indonesia kendati ia berbicara dalam logat Melayu. Di rumah, ia berbicara dalam bahasa Arab, sedangkan dengan rekan-rekan bisnisnya ia bercakap dalam bahasa Melayu dan Inggris. “Indonesia harus bangga karena merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata putra veteran asal Surabaya ini. “Singapura tidak bisa menyebut diri ‘memproklamasikan kemerdekaan’ seperti Indonesia. Mereka hanya merayakan ‘hari kebangsaan’,” tambahnya. Singapura “diserahkan” Inggris, sedangkan Indonesia harus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk merebut kemerdekaan. Itulah sebabnya mengapa Indonesia setiap tahun merayakan hari ...

Bahasa Indonesia di Raodah

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Madinah RAODAH adalah sepotong surga di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.  Kawasan suci yang tak seberapa luas ini terletak antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW. Semua jamaah haji maupun umroh selalu berusaha sekuat tenaga untuk masuk ke kawasan Raodah di dalam Masjid Nabawi ini untuk salat maupun berdoa karena diyakini sangat makbul. Tahun 2009 ketika umroh, saya belum melihat ada pengumuman yang dipasang di salah satu sisi Raodah. Sekarang saya melihat pemandangan berbeda. Ada pengumuman yang ditulis di kain putih. Ada lima kain di sana, berarti ada lima pengumuman dalam lima bahasa. Salah satunya adalah bahasa Indonesia. Tiga lainnya tertulis dalam aksara Arab, sedangkan satunya lagi dalam versi bahasa Inggris. Pengumuman tertulis dan tinta merah dan hitam. Di sana tertulis “Saudara Saudara” tanpa tanda hubung (-). Saya tersenyum. Lumayanlah. Walau salah, toh ditulis dalam bah2asa Indonesia. Tidak semua jam...

Roberto Di Matteo Game Over

Dahlan Dahi  Pemilik Chelsea memiliki semuanya kecuali kesabaran. Kekalahan Chelsea atas Juventus di ajang Liga Champions, Kamis dini hari tadi, berakhir dengan pemecatan Pelatih Roberto Di Matteo. Chelsea --klub kaya raya dari Inggris-- harus segera mencari pelatih baru. Juve memang pantas menang 3-0. Pirlo dkk mengendalikan permainan. Selain itu, dan ini yang luar biasa, serangan yang mereka bangun dari sayap dan tusukan-tusukan dari tengah lapangan sangat efisien.   Berita pemecatan Di Matteo di TRIBUNnews.com