Skip to main content

Tips Menikmati Bali: Jangan Pakai Mobil Bandara, Sewa Saja

Tarif taksi di Bandara Ngurah Rai, Bali, tidak masuk akal.



Dari bandara ke Santika Siligita, Nusa Dua, bertarif Rp 225 ribu.



Kalau Anda sewa Avanza, Anda akan dapat Rp 250 ribu untuk 24 jam.



Cari saja di Google.



Anda akan menemukan banyak sekali jasa sewa mobil atau rent car.



Jangan percaya brosur rent car di bandara jika tarifnya di atas Rp 250 ribu.



Ada teman, direktur sebuah digital agency, hanya membayar Rp 700 ribu untuk tiga hari.



Bali saat ini sangat murah. Hotel dan mobil sewa oversuplay.



Tarif hotel bintang tiga hanya sekitar Rp 300-400 ribu.



Booking jauh-jauh hari. Bayar saat harga sudah masuk akal.



Bali menyediakan sekitar 140 ribu kamar hotel.



Okupansinya hanya sekitar 40 persen.



Itulah mengapa harga murah meriah.



Sewa mobil pun begitu.



Jangan sewa "mobil resmi".



Bila di hotel, tanya saja petugas hotel.



Biasanya adalah "silent marketer" rental mobil.



Enjoy Bali dengan harga yang masuk akal.

Comments

Popular posts from this blog

Sikap Mulan Jameela Terhadap Postingan Ahmad Dhani

Dahlan Dahi

Laporan Haji: Mengapa Ayam dan Daging?

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Madinah TRIBUN-TIMUR.COM-HAMPIR 20 hari di Tanah Suci lewat program ONH Plus, saya bertanya-tanya kenapa kok banyakan menu ayam dan daging, bukan ikan? Oooo... Ini rahasianya. Seorang petugas katering menceritakan, harga ikan tiga kali lipat lebih mahal daripada daging maupun ayam. Harga sekilo ayam, misalnya, hanya lima Real (Rp 13.500) sedangkan ayam 20 Real (Rp 34 ribu). Saudi memang punya wilayah laut di Jeddah, tapi makanan utama orang Saudi adalah daging sapi maupun kambing serta ayam. Untuk konsumsi jamaah, travel-travel Indonesia sudah terbiasa bekerja sama dengan perusahaan katering yang dikelola orang Indonesia. Dengan ini, jamaah bisa mengonsumsi menu dan masakan Indonesia selama menjalankan ibadah haji. Sudah dua kali kami pindah hotel, dua kali pula perusahaan kateringnya milik dan dikelola orang Sunda. Mereka menyiapkan menu ayam goreng, daging, sayur bening, sayur kuning, dan makanan Indonesia lainnya. Di M...

Haji Indonesia dari Mancanegara

Dahlan Dahi Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Mekkah DIALEK Surabaya-nya sudah luntur setelah lebih 30 tahun bermukim di Singapura. Pria pengusaha ini menikah dengan wanita Palestina dan menetap serta menjadi warga negara Singapura. Bagaimanapun, pengusaha yang bolak-bolak Singapura-Jakarta dan bermitra dengan beberapa pengusaha Malaysia ini masih tetap cinta Indonesia kendati ia berbicara dalam logat Melayu. Di rumah, ia berbicara dalam bahasa Arab, sedangkan dengan rekan-rekan bisnisnya ia bercakap dalam bahasa Melayu dan Inggris. “Indonesia harus bangga karena merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata putra veteran asal Surabaya ini. “Singapura tidak bisa menyebut diri ‘memproklamasikan kemerdekaan’ seperti Indonesia. Mereka hanya merayakan ‘hari kebangsaan’,” tambahnya. Singapura “diserahkan” Inggris, sedangkan Indonesia harus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk merebut kemerdekaan. Itulah sebabnya mengapa Indonesia setiap tahun merayakan hari ...